Namun, BBM bersubsidi yang dijual oleh SPBU Pertamina yakni Solar subsidi dan Pertalite (RON 90) tidak mengalami penyesuaian harga. Harga BBM Pertalite pada periode Oktober ini masih dibanderol Rp 10.000 per liter, sementara Solar subsidi masih dibanderol Rp 6.800 per liter.
Meski harga BBM jenis Pertalite tidak mengalami perubahan, namun harga keekonomian Pertalite sebenarnya bukan lah sebesar Rp 10.000 per liter. Adapun, harga asli BBM dengan nilai oktan (RON) 90 ini nyatanya masih di atas Rp 10.000 per liter.
Hal tersebut bisa terlihat dari harga BBM RON 90 setara Pertalite yang dijual oleh SPBU Vivo Energy Indonesia. Vivo mematok harga BBM Revvo 90 (RON 90) setara Pertalite sebesar Rp 11.995 per liter.
Berikut Daftar Harga BBM di DKI Jakarta per 2 Oktober 2024:
BBM Pertamina DKI Jakarta:
Solar Subsidi: Rp 6.800/liter
Pertalite: Rp 10.000 per liter
Pertamax: 12.100 per liter
Pertamax Turbo: Rp 13.250 per liter
Pertamina Dex: Rp 13.150 per liter
Dexlite: Rp 12.700 per liter
Pertamax Green: Rp 12.700 per liter
BBM Shell
Shell Super: Rp 12.290 per liter
Shell V-Power: Rp 13.070 per liter
Shell V-Power Diesel: Rp 13.250 per liter (kecuali di Jawa Timur)
Shell Diesel Extra: Rp 12.840 per liter (hanya di Jawa Timur)
Shell V-power Nitro: Rp 13.260 per liter (kecuali di Jawa Timur)
BBM BP-AKR:
BP Ultimate: Rp 13.070 per liter
BP 92: Rp 12.290 per liter
BP diesel: Rp 12.840 per liter (hanya di Jawa Timur)
Manuver ini dilakukan Teheran setelah Israel masih terus menyerang Palestina dan juga Lebanon untuk menumpas dua milisi pro Iran di masing-masing wilayah, Hamas dan Hizbullah. Israel bahkan telah berhasil membunuh pimpinan tertinggi Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah dan juga Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh.
Meski begitu, Israel mengklaim berhasil menetralisir sejumlah besar rudal yang masuk dari Iran. Penangkalan serangan tersebut juga mendapatkan bantuan dari sekutu utama Tel Aviv, Amerika Serikat (AS).
Berikut sejumlah fakta serangan Iran ke Israel mengutip Al Jazeera, Rabu (2/10/2024):
Apa yang terjadi?
Rincian pasti operasi Iran masih belum jelas, tetapi Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rudal tersebut ditujukan ke ‘target militer dan keamanan vital’ di Israel. IRGC kemudian mengatakan bahwa serangannya ditujukan secara khusus ke tiga pangkalan militer di wilayah Tel Aviv.
“Serangan itu, yang disertai dengan serangan siber skala besar, juga menggunakan rudal balistik hipersonik Fatah baru milik Iran untuk pertama kalinya,” menurut media pemerintah Iran.
Militer Israel mengatakan telah mencegat ‘sejumlah besar’ dari 180 rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran, tetapi ada dampak ‘terisolasi’ di Israel Tengah dan Selatan. IRGC, di sisi lain, mengatakan bahwa 90% proyektil yang ditembakkan mengenai sasarannya atau mampu menembus sistem pertahanan Iron Dome.
Penyebab
IRGC mengatakan serangan hari Selasa itu merupakan respons atas pembunuhan Hassan Nasrallah, kepala kelompok Hizbullah Lebanon, dan komandan Garda Revolusi Abbas Nilforoushan minggu lalu di Beirut. Ini juga merupakan balasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada bulan Juli.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa serangan itu merupakan “respons tegas” terhadap “agresi” Israel.
“Beri tahu Netanyahu bahwa Iran tidak mencari perang, tetapi berdiri teguh melawan ancaman apa pun,” tulisnya. “Jangan terlibat konflik dengan Iran.”
Mohammad Javad Zarif, penasihat strategis Pezeshkian, mengatakan “Iran memiliki hak yang melekat untuk membela diri terhadap serangan bersenjata Israel yang berulang-ulang terhadap wilayah Iran dan warganya.”
Respons Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Iran telah ‘membuat kesalahan besar’ dan ‘akan membayarnya’. Utusan Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan negara itu ‘akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi warga Israel’.
“Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya kepada masyarakat internasional, setiap musuh yang menyerang Israel harus menghadapi respons yang keras,” tulis Danon di media sosial.
Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan Israel ‘sepenuhnya siap untuk mempertahankan diri dan membalas’ serangan Iran, dan menekankan bahwa hal itu akan dilakukan ‘pada waktu yang tepat’.
Sikap AS
AS menjanjikan dukungan ‘kuat’ untuk Israel, dengan Presiden Joe Biden mengatakan bahwa negaranya ‘sepenuhnya, sepenuhnya, dan sepenuhnya mendukung Israel’. Juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller mengatakan Washington akan ‘mendukung rakyat Israel pada saat kritis ini’.
Pentagon juga mengatakan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan mitranya dari Israel Yoav Gallant telah membahas ‘konsekuensi berat bagi Iran’ jika negara itu melancarkan ‘serangan militer langsung’ terhadap Israel. Pentagon tidak mengatakan apa konsekuensinya.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan militer Amerika ‘berkoordinasi erat’ dengan mitranya dari Israel untuk menembak jatuh proyektil tersebut.
“Kapal perusak angkatan laut AS bergabung dengan unit pertahanan udara Israel dalam menembakkan pencegat untuk menembak jatuh rudal yang datang,” kata Sullivan kepada wartawan di Gedung Putih.
“Singkatnya, berdasarkan apa yang kita ketahui saat ini, serangan ini tampaknya telah dikalahkan dan tidak efektif,” katanya.
Apa yang akan terjadi kemudian?
Raed Jarrar, direktur advokasi di lembaga pemikir DAWN yang berbasis di AS, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Timur Tengah kini berada dalam ‘perang regional berskala penuh’ yang tidak akan berakhir tanpa perubahan kebijakan Washington.
“Ini tidak akan berhenti tanpa AS bersikap tegas dan berkata, ‘Kami tidak akan mengirim lebih banyak senjata ke Israel. Kami tidak akan mendanai dan membantu kejahatan Israel,'” katanya.
Omar Rahman, seorang peneliti di Middle East Council on Global Affairs, mengatakan ‘tidak diragukan lagi’ bahwa Israel akan merespons. Ia menyebut pembalasan ini akan memicu perang besar.
“Israel telah mencoba mengundang perang ini melalui tindakannya selama beberapa bulan terakhir. Israel mampu melakukan penghancuran besar-besaran, seperti yang kita lihat di Lebanon,” ucapnya.
“Israel mampu melakukan tindakan intelijen besar-besaran dan melancarkan perang yang benar-benar menghancurkan. Iran, menurut saya, telah mencoba menghindarinya, tetapi negara itu sedang menuju semacam perang dengan Israel.”
Adapun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa serangan rudalnya terhadap Israel telah selesai kecuali ada provokasi lebih lanjut.
Dalam sebuah unggahan di X yang dikutip Reuters, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa negaranya telah selesai dengan serangan ke Israel. Namun ia mengatakan bahwa pihaknya sangat siap jika Israel benar-benar mengambil langkah untuk menyerbu balik Negeri Persia
“Tindakan kami selesai kecuali rezim Israel memutuskan untuk melakukan pembalasan lebih lanjut. Dalam skenario itu, respons kami akan lebih kuat dan lebih dahsyat,” katanya.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, tahun ini menjadi tahun yang cukup sulit bagi industri tekstil dan pakaian jadi nasional, lantaran permintaan di pasar global yang memang kini tengah melemah. Alhasil, kinerja ekspor industri tekstil dan pakaian jadi mengalami kontraksi berturut-turut hingga triwulan II-2024.
“Sehingga kinerja ekspor industri tekstil dan pakaian jadi pada triwulan kedua 2024 mengalami kontraksi berturut-turut sebesar 5,56% dan 4,12% year on year (yoy), ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontraksi ini juga terjadi pada ekspor industri batik yang mengalami kontraksi sebesar 8,29% dibandingkan dengan tahun sebelumnya tahun 2023,” kata Agus dalam acara peringatan Hari Batik Nasional (HBN) ke-15 Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Menurutnya, sub-sektor industri tekstil dan pakaian jadi mempunyai peranan penting bagi perekonomian nasional. Pada triwulan II-2024, industri tekstil dan pakaian jadi berkontribusi sebesar 5,72% terhadap PDB Industri Pengolahan Non Migas.
Sementara itu, kinerja ekspor industri tekstil dan pakaian jadi pada triwulan II-2024 masih cukup baik, senilai US$1,77 miliar dan industri batik pun turut memberikan kontribusi terhadap ekspor TPT dengan nilai US$8,33 juta atau sekitar Rp127.068.319.000 (kurs Rp15.254/ US$) pada periode yang sama.
“Saya ingatkan, US$8,33 juta ini merupakan angka yang menurut pandangan saya belum optimal. Belum maksimal, masih banyak peluang, peluang yang bisa kita manfaatkan untuk UMKM, mengisi pasar-pasar ekspor dari batik nasional,” ujarnya.
Di sisi lain, belakangan ini Agus melihat adanya tren menggunakan batik dalam kehidupan sehari-hari para generasi muda Indonesia. Karena itu, dia optimis masa depan industri batik kedepannya bisa jauh lebih baik, khususnya di pasar dalam negeri.
Dalam upaya mendukung hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Yayasan Batik Nasional, serta mitra-mitra terkait melakukan sejumlah beberapa program, mulai dari focus group discussion (FGD), program penumbuhan wirausaha baru, program fasilitasi indikasi geografis, pendampingan teknis produksi, hingga memberikan fasilitas mesin dan peralatan bagi pembatik.
Pada tahun ini, Kemenperin tengah fokus pada Batik Tulis Gedog Tuban. Agus berharap dengan momentum ini dapat mengangkat perekonomian masyarakat lokal, termasuk masyarakat di Tuban.
“Kami mengangkat Batik Complongan Indramayu sebagai tema pameran gelar batik nasional tahun 2023, dan alhamdulillah dampaknya cukup baik, signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat, dan dapat meningkatkan awareness terhadap konsumen bagi batik Complongan Indramayu. Tentunya dampak yang sama kami harapkan dapat dirasakan oleh masyarakat Tuban melalui batik tulis Gedog Tuban tahun ini,” pungkasnya.
Lantas, bagaimana dengan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG)? Apakah ada perubahan juga di Oktober 2024 ini?
Untuk penjualan LPG subsidi dan non subsidi di tingkat agen resmi Pertamina, harga LPG non subsidi per 1 Oktober 2024 ini terpantau belum mengalami perubahan, terutama sejak 22 November 2023.
Berdasarkan hasil reportase CNBC Indonesia di lapangan, Rabu (02/10/2024), harga LPG subsidi dan non subsidi sangat bervariasi.
Di tingkat agen LPG di daerah Tangerang Selatan, harga LPG 5,5 kg dibanderol seharga Rp 105.000-110.000 per tabung. Sedangkan untuk jenis tabung 12 kg dibanderol seharga Rp 205.000-210.000 per tabung.
Pada wilayah Jakarta Pusat, harga di tingkat agen, LPG non subsidi jenis 5,5 kg dibanderol seharga Rp 95.000 per tabung. Sedangkan untuk LPG non subsidi jenis 12 kg dibanderol seharga Rp 200.000 per tabung.
Adapun, untuk harga LPG bersubsidi tabung 3 kg dibanderol rata Rp 22 ribu per tabung.
“Harga (LPG) 3 kg Rp 22 ribu, 5,5 kg Rp 105 ribu, 12 kg Rp 210 ribu (per tabung),” ucap penjaga agen LPG AHS Nayla, di Ciater, Tangerang Selatan, Rabu (2/10/2024).
Berikut daftar harga LPG non subsidi untuk tabung 5,5 kg dan 12 kg di tingkat agen resmi Pertamina, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), berlaku sejak 22 November 2023. Harga jual LPG Non PSO Rumah Tangga di tingkat Agen di luar radius 60 km dari lokasi Filling Plant adalah harga jual di tingkat Agen di bawah ini ditambah dengan biaya angkutan/ ongkos kirim.
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah:
LPG 5,5 kg: Rp 94.000
LPG 12 kg: Rp 194.000
Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara:
LPG 5,5 kg: Rp 97.000
LPG 12 kg: Rp 202.000
Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat:
“Tahun depan adalah batu loncatan, kalau tidak tercapai maka batu loncatan tidak ada. Ditambah lagi jika hanya mengandalkan belanja negara yang Rp 3.600 triliun, tidak akan cukup,” ungkap Dradjad dalam UOB Economic Outlook 2025, dikutip Kamis (26/9/2024).
Dradjad mengatakan, untuk mengejar penerimaan negara sesuai kebutuhan target belanja, maka pemerintah harus bisa mengejar sumber pendapatan dari sisi untapped revenue dan uncollected revenues, bukan hanya mengejar sumber pendapatan yang sudah ada saat ini dengan menaikkan tarif.
“Mau tidak mau dia harus kejar penerimaan dari dua sumber yang quick win. Itu sumber-sumber ad hoc ada untapped dan uncollected revenues,” tegas Dradjad.
Apalagi, ia menekankan, kebutuhan dana untuk melaksanakan program-program prioritas sangat besar untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029, dengan target belanja negara senilai Rp 6.096,88 triliun.
“Seandainya kita mengandalkan belanja negara itu yang Rp 3.600 triliun enggak cukup dan dari yang diperlukan disimulasi untuk 2025 itu Rp 3.905,38 triliun,” ucap Dradjad.
Dia merinci, APBN 2025 saja sudah kekurangan Rp 300 triliun, untuk mengejar target pertumbuhan yang diperlukan, untuk pertumbuhan yang diperlukan 5,9%.
Pada kesempatan yang sama, ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja memandang pertumbuhan ekonomi RI di kisaran 5,3% hingga 5,5% masih mungkin tercapai. Kuncinya, kata dia, dengan mendorong kepercayaan konsumen agar bisa meningkatkan konsumsinya.
“Maksudnya intinya sekarang yang ada sebenarnya krisis confidence. Orang tidak yakin apakah perekonomian kita bisa terus berlanjut. Nah, karena gonjang-ganjing global ini cukup signifikan, geopolitical tension, nanti ada kemungkinan trade war. Dan agresi-agresi yang terjadi itu meskipun bukan semerta-merta di bidang ekonomi, tapi ada dampaknya. Karena supply chain jadi terhambat,” jelas Enrico.
Oleh karena itu, ia mengatakan Indonesia harus lebih banyak melihat pada kekuatan domestic yang meliputi rantai pasok, konsumen pasar, dan investor domestik. Sebab memang banyak faktor penghambat dari luar negeri, tetapi RI harus memperbaiki dalam negeri.
“Itu kan semua pesannya di luar sana memang angin ribut juga banyak. Tapi kita jangan tak melihat keluarnya juga. Kita harus perbaiki rumah kita. Dan sebenarnya untuk pertumbuhan ekonomi 6% itu kita mampu,” pungkas Enrico.
Ia mengatakan kuncinya adalah tujuan politik harus dibarengi dengan eksekusi dan implementasi dari industri yang sungguh-sungguh.
Pernyataan Bank Dunia itu pun direspons Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, untuk membandingkan harga beras, harus dilihat dari harga yang dibayarkan konsumen.
Lantas, berapa harga beras di tingkat eceran/ konsumen hari ini, Kamis (26/9/2024)?
Panel Harga Badan Pangan menunjukkan, harga rata-rata harian nasional turun Rp20 ke Rp15.500 per kg beras premium, sedangkan medium bertengger di Rp13.590 per kg.
Tercatat, harga beras di tingkat eceran tahun 2024 lebih mahal dibandingkan tahun 2023.
Secara rata-rata eceran bulanan, harga beras premium di bulan September 2024 ini tercatat di Rp15.520 per kg, masih di atas harga September 2023 yang mencapai Rp14.470 per kg untuk jenis premium.
Sedangkan untuk jenis medium, harga rata-rata di bulan September 2024 ada di Rp13.570 per kg, juga lebih mahal dibandingkan September 2023 yang di Rp12.840 per kg.
Khusus wilayah Jakarta, harga eceran beras hari ini bervariasi.
Harga beras IR 1 (IR 64), IR.II (Ramos), dan IR.III (IR 64) kompak naik, masing-masing Rp156, Rp84, dan Rp83 dibandingkan sehari sebelumnya. Sehingga, harga rata-rata eceran ketiga jenis beras ini adalah Rp14.772 per kg, Rp14.160 per kg, dan Rp13.513 per kg.
Di sisi lain, harga beras Muncul I, Beras IR 42 (Pera), dan Beras Setra I (Premium) justru anjlok signifikan. Masing-masing turun harga Rp1.592, Rp4.215, dan Rp4.212 menjadi berturut-turut ke Rp14.270 per kg, Rp15.998 per kg, dan Rp15.200 per kg.
Lalu, bagaimana jika dibandingkan dengan harga beras di ASEAN?
Mengutip laporan Departemen Pertanian AS (USDA) edisi 6 Agustus 2024, harga beras RI memang di atas harga beras Thailand dan Vietnam.
Sebagai catatan, kedua negara ini adalah termasuk negara pemasok beras ke Indonesia. Vietnam dan Thailand tercatat jadi negara asal impor beras RI tahun 2023-2024.
Tercatat, pada periode Januari-Mei 2024, harga beras di Indonesia jenis IR 64 ada di atas Rp14.000 per kg. Sedangkan harga beras Thailand jenis broken 25% dan untuk harga beras Vietnam jenis broken 25% ada di bawah Rp10.000 per kg.
Dari data itu juga terungkap, harga beras di Indonesia, Thailand, dan Vietnam kompak terus menanjak sejak tahun 2022 dan kini mulai turun setelah sempat pecah rekor di Januari-Februari tahun 2024.
“Kami menyarankan warga sipil dari desa-desa Lebanon yang terletak di dalam dan di samping bangunan dan area yang digunakan oleh Hizbullah untuk keperluan militer, seperti yang digunakan untuk menyimpan senjata, untuk segera menjauh dari bahaya demi keselamatan mereka sendiri,” kata juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari dalam jumpa pers, saat mengumumkan seruan “mengungsi” massal, Senin (23/9/2024) dikutip AFP.
“IDF (militer Israel) akan terlibat dalam serangan (yang lebih) luas dan tepat terhadap target-target teror yang telah tersebar luas di seluruh Lebanon,” tambahnya.
Hagari juga mengatakan serangan baru terhadap lokasi-lokasi Hizbullah memang sudah dilakukan sejak pagi hari. Ia memperingatkan serangan akan terus berlanjut dalam waktu dekat.
“Segera menjauh dari tempat yang berbahaya demi keselamatan mereka sendiri,” ujarnya ke warga Lebanon.
Israel dan Hizbullah sudah berkonflik senjata sejak Oktober 2023. Baku tembak kerap terjadi dan makin intens sejak pecahnya perang antara Israel dan militan Hamas Palestina.
Hizbullah mengatakan pihaknya bertindak untuk “mendukung” Hamas. Tembakan rudal dan drone tak akan dihentikan kecuali Israel melakukan gencatan senjata di Gaza.
Media resmi Lebanon juga melaporkan bagaimana Senin ini orang-orang menerima peringatan telepon dari Israel yang meminta mereka untuk mengungsi. Menteri Informasi Ziad Makary Lebanon juga mengatakan staff kantornya pun telah menerima salah satu panggilan tersebut.
“Warga di Beirut dan sejumlah daerah menerima pesan peringatan melalui telepon rumah yang sumbernya adalah musuh Israel, yang meminta mereka untuk segera mengungsi dari tempat mereka berada,” kata Kantor Berita Nasional (NNA) resmi Lebanon.
“Ada pesan rekaman yang memberi tahu mereka untuk mengungsi,” kata Makary.
Sementara itu, pesawat tempur Israel melancarkan lebih dari 80 serangan udara di Lebanon dalam waktu setengah jam. Serangan menargetkan Lebanon selatan, bersamaan dengan serangan daerah Lembah Bekaa di timur Lebanon, di mana dikatakan seorang penggembala tewas.
Pencairan anggaran terdiri dari Rp5,5 triliun pada 2022, Rp27 triliun pada 2023 dan Rp18,9 triliun hingga 31 Agustus 2024. Pagu anggaran tahun ini totalnya mencapai Rp44 triliun.
“Realisasi anggaran sudah 43,1% pada tahun ini,” ungkap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers, Senin (23/9/2024)
Rincian realisasi anggaran pada tahun ini, sebanyak Rp16,2 triliun untuk klaster infrastruktur. Antara lain, pembangunan gedung kawasan Istana Negara dan Kementerian, pembangunan tower ASN, jalan tol IKN hingga Bandara dan bendungan.
Sementara klaster non infrastruktur Rp2,7 triliun untuk operasional OIKN, perencanaan dan koordinasi hingga promosi dan publikasi.
Pada hari Sabtu (21/9/2024), Israel menutup wilayah udaranya di utara sambil menunggu pembalasan Hizbullah atas pembunuhan Ibrahim Aqil, seorang komandan veteran unit elit Radwan, bersama dengan lebih dari selusin militan lainnya. Pada Sabtu sore, kebakaran terjadi setelah rentetan roket dari Lebanon.
Maskapai penerbangan termasuk Air France, Turkish Airlines, dan Aegean membatalkan penerbangan ke Beirut, mencerminkan kekhawatiran bahwa minggu yang penuh gejolak telah mendorong wilayah tersebut lebih dekat ke perang besar-besaran.
Serangan terhadap Aqil menghancurkan bunker bawah tanah dan merobohkan bangunan di atasnya selama jam sibuk, ketika jalan-jalan dipenuhi orang-orang yang kembali dari rumah dan sekolah.
Associates Press melaporkan pada Sabtu, para pekerja masih menggali reruntuhan.
Sementara itu, Israel tidak tampak memperlambat perangnya di Gaza untuk fokus ke wilayah utara. Pada Sabtu pasukannya mengebom sebuah sekolah yang dijadikan tempat perlindungan, menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai 30 lainnya, kebanyakan wanita dan anak-anak.
Militer Israel mengatakan targetnya adalah pangkalan Hamas di dalam sekolah, tanpa memberikan rincian atau bukti.
Minggu lalu, Israel mengatakan pihaknya memperluas tujuan strategisnya untuk perang Gaza dengan memasukkan pemulangan 60.0000 penduduk Israel utara yang dievakuasi ke rumah mereka, yang secara teratur menjadi sasaran Hizbullah. Kemudian Israel melancarkan serangkaian serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kelompok tersebut.
Awalnya ribuan pager yang digunakan oleh anggota Hizbullah meledak, menewaskan dan melukai pemiliknya tetapi juga mengenai warga sipil yang lewat, termasuk anak-anak. Keesokan harinya, walkie-talkie meledak, kemudian Israel melancarkan kampanye
Banyak pihak di dalam dan luar Israel memperingatkan bahwa implikasi strategis dari serangan selama seminggu itu jauh lebih tidak jelas daripada dampak taktis langsungnya.
Baik Israel maupun Hizbullah diperkirakan tidak menginginkan eskalasi lebih lanjut, tetapi “marginnya sangat, sangat sempit sekarang” untuk menghindarinya, karena Hizbullah merenungkan bagaimana menanggapinya, kata mantan kepala dewan keamanan nasional Israel.
“Saya tidak berpikir [pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah] tertarik pada perang total, tetapi pada saat yang sama ia tidak dapat menghindari tanggapan,” kata pensiunan mayor jenderal Giora Eiland, dilansir The Guardian, Minggu (22/9/2024).
“Pertanyaannya adalah: dapatkah ia menemukan sesuatu yang cukup kreatif sehingga … tidak akan menyeret kedua belah pihak ke dalam perang total?”
Persenjataan dan pengalaman militer Hizbullah berarti bahwa, bagi Israel, konflik seperti itu akan menjadi “mungkin yang paling menyakitkan yang pernah kita alami”, tambahnya.
Pada Jumat malam, kepala urusan politik PBB, Rosemary DiCarlo, juga memperingatkan tentang dampak dari konflik yang lebih luas.
“Kita berisiko melihat konflik yang bahkan dapat mengerdilkan kehancuran dan penderitaan yang telah disaksikan sejauh ini,” katanya, sambil menyerukan upaya diplomatik yang mendesak “untuk menghindari kebodohan seperti itu”.
“Saya sangat mendesak negara-negara anggota yang memiliki pengaruh terhadap pihak-pihak terkait untuk memanfaatkannya sekarang,” katanya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang diadakan untuk membahas serangan Israel.
Di AS, penasihat utama Presiden Joe Biden untuk Timur Tengah, Brett McGurk, memperingatkan bahwa meskipun sepenuhnya mendukung pertahanan Israel terhadap Hizbullah, Washington tidak berpikir tindakan militer akan memulihkan kehidupan di Israel utara.
“Kami tidak berpikir perang di Lebanon adalah cara untuk mencapai tujuan mengembalikan orang-orang ke rumah mereka,” katanya dalam pertemuan puncak nasional Dewan Israel-Amerika, surat kabar Haaretz melaporkan.
“Kami memiliki perbedaan pendapat dengan Israel tentang taktik dan bagaimana Anda mengukur risiko eskalasi,” katanya. “Itu adalah sesuatu yang kami bicarakan dengan mereka setiap hari. Ini adalah situasi yang sangat memprihatinkan.”
AS telah bersikeras selama berbulan-bulan bahwa jalan menuju perdamaian di utara terletak melalui Gaza, karena Biden telah mendorong gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera.
Hizbullah mulai melancarkan serangan untuk mendukung sekutunya Hamas setelah 7 Oktober, dan telah mengindikasikan akan berhenti menargetkan Israel ketika serangan Jalur Gaza berhenti, kecuali Israel terus menembaki Lebanon.
Serangan rudal, roket, dan pesawat tak berawak selama berbulan-bulan telah menewaskan sedikitnya 23 tentara dan 26 warga sipil, dan pada dasarnya mengubah wilayah perbatasan Israel di dekat Lebanon menjadi zona penyangga strategis, terlalu berbahaya untuk kehidupan sehari-hari.
Di dalam Lebanon, lebih dari 500 orang tewas akibat serangan Israel, sebagian besar dari mereka adalah pejuang Hizbullah dan kelompok bersenjata lainnya, tetapi juga lebih dari 100 warga sipil
Foto: Pasukan Rusia telah memulai latihan tahap pertama yang melibatkan pelatihan praktis dalam persiapan dan penggunaan senjata nuklir non-strategis atau taktis. (Russian Defense Ministry Press Service via AP)
Lavrov, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, menyampaikan peringatan ini di tengah ancaman eskalasi nuklir yang telah beberapa kali disampaikan oleh Putin dan pejabat Rusia lainnya sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Dalam sebuah wawancara dengan Sky News Arabia yang dikutip oleh kantor berita Rusia Tass, Lavrov menegaskan bahwa “tidak ada yang menginginkan perang nuklir,” tetapi senjata nuklir Rusia siap digunakan kapan saja.
“Kita berbicara tentang garis merah, berharap bahwa penilaian dan pernyataan kita akan didengar oleh orang-orang yang cerdas dalam pengambilan keputusan,” ujarnya, dikutip Minggu (22/9/2024).
Meskipun demikian, Lavrov juga menegaskan bahwa Rusia tidak asal menekan “tombol merah” atau meluncurkan senjata nuklir sembarangan.
Lavrov menambahkan bahwa Rusia memiliki senjata yang “akan membawa dampak serius bagi pengendali rezim Ukraina,” merujuk pada dukungan negara-negara Barat terhadap Kyiv.
Pernyataan Lavrov ini datang setelah mantan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mengeluarkan peringatan baru terkait respons nuklir pekan lalu.
Dalam sebuah unggahan di Telegram, Medvedev mengatakan bahwa keputusan untuk menggunakan senjata nuklir sangat kompleks dan memiliki konsekuensi yang tidak bisa diubah, tetapi kesabaran Rusia tidak dapat diuji terus-menerus.
“Rusia telah sabar. Tetapi jelas, respons nuklir adalah keputusan yang sangat rumit dan memiliki konsekuensi yang tidak bisa diubah,” kata Medvedev.
Ia menambahkan bahwa ada beberapa analis Barat yang memperingatkan bahwa meskipun Rusia mungkin tidak akan segera menggunakan senjata nuklir, ada kemungkinan bahwa mereka akan menggunakannya pada waktu tertentu. Ia juga menyinggung kemungkinan penggunaan senjata konvensional dalam perang ini.
Namun, Departemen Luar Negeri AS meremehkan pernyataan Medvedev, dengan menyebutnya sebagai “omong kosong standar Kremlin.”
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan Medvedev tidak diambil terlalu serius oleh pihak AS.
Sementara itu, negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, terus mendukung Ukraina dengan bantuan militer. Pada awal tahun ini, AS mulai memasok Ukraina dengan rudal ATACMS (Army Tactical Missile System) yang memiliki jangkauan lebih panjang. Ukraina terus mendesak agar senjata ini dapat digunakan untuk menargetkan wilayah Rusia, meskipun ada kekhawatiran dari negara-negara Barat bahwa hal ini dapat memperburuk konflik.
Ukraina mengeklaim bahwa mereka memerlukan senjata jarak jauh ini untuk menyerang pangkalan udara Rusia yang digunakan untuk meluncurkan serangan ke Ukraina.
Namun, hingga saat ini, senjata seperti rudal Storm Shadow dari Inggris, yang memiliki jangkauan sekitar 150 mil, hanya digunakan untuk menyerang target di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Dengan ketegangan yang semakin meningkat dan ancaman senjata nuklir yang terus diulang oleh pejabat Rusia, situasi di Ukraina tetap menjadi perhatian serius di tingkat internasional.