Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat pengendalian pencemaran udara, guna memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai dengan standar lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan sistem Air Pollution Control Devices (APCD) di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, peningkatan teknologi tersebut ditujukan untuk meminimalkan potensi bau tak sedap dan emisi udara yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah
“Saat ini telah terpasang empat unit deodorizer, meningkat dari sebelumnya tiga unit. Perangkat ini bekerja menekan bau sejak dari sumber proses agar tidak menyebar ke lingkungan sekitar,” ujar Asep, Senin (2/2/2026).
Selain deodorizer, RDF Plant Rorotan juga dilengkapi sistem pengendalian emisi berlapis. Perangkat yang terpasang meliputi enam unit cyclone, enam unit baghouse filter, dan enam unit wet scrubber sebagai pengendali partikel dan gas buang.
Roy Suryo Cs Uji Materi soal Pencemaran Nama Baik dan Fitnah ke MK (Jonathan Simanjuntak)
Roy Suryo, Rismon Sianipar, hingga Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) mengajukan uji materi mengenai aturan yang mengatur soal pencemaran nama baik hingga fitnah. Permohonan uji materi itu diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (30/1/2026).
Penasihat Hukum Bala Roy, Rismon, dan Tifa (RRT) yakni Refly Harun mengatakan ada enam pasal yang diuji. Pasal-pasal itu termuat dalam KUHP baru dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Enam pasal yang diuji adalah Pasal 434 dan 434 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 27, 28 ayat (2), Pasal 32 serta Pasal 35 UU ITE.
“Jadi pasal itulah yang kita persoalkan, dan mudah-mudahan MK bisa mengabulkannya, karena yang paling utama adalah sebagai the guardian of the constitution, sebagai penjaga konstitusi, itu MK harus memprotect warga negara agar tidak mudah dikriminalisasikan,” ujar Refly Harun di Gedung MK, Jumat (30/1/2026).
Refly menilai pasal itu pada praktiknya telah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menjamin kebebasan berpendapat warga negara. Menurutnya penerapan pasal bisa menjadi alat kriminalisasi terhadap warga negara yang menyatakan pendapatnya.
“Kriminalisasi itu melanggar pasal-pasal dalam konstitusi, yaitu kebebasan menyatakan pendapat baik secara lisan dan tulisan, apalagi pendapat itu adalah the expert opinion, pendapat yang dikeluarkan oleh para ahli,” tuturnya.
Banjir Rendam Jalan Suprapto, Jalur Lambat Ditutup (Abu Sahma Pane)
Hujan deras yang mengguyur Jakarta mengakibatkan banjir di Jalan Letjen Suprapto Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan pantauan Okezone pada pukul 07.00 WIB di jalur lambat Jalan Letjen Suprapto arahan Senen, ketinggian air mencapai sekira 30-40 cm. Titik banjir tersebut tepat berada di seberang ITC Cempaka Mas.
Kondisi ini membuat polisi menutup ruas jalur lambat. Hal itu dilakukan guna mencegah kendaraan mogok akibat menerabas banjir.
Wakil Kepala Polsek Cempaka Putih AKP Moh Winarto yang berjaga di lokasi menegaskan jalur lambat sudah pasti tidak bisa dilintasi pagi ini karena banjir belum surut.
“Jalur lambat sementara tidak bisa dilintasi, tinggi air di sini kurang lebih 30 cm,” ujarnya.
Lebih lanjut tampak kepadatan lalu lintas di jalur cepat Jalan Letjen Suprapto. Polisi dibantu personel Satpol PP terus berupaya mengatur lalu lintas dalam kondisi hujan terus mengguyur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Okezone)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai. Pasalnya, penumpukan sampah di kali berpotensi memperparah risiko banjir di Jakarta.
Menurut Pramono, persoalan sampah semakin krusial mengingat kondisi tata ruang Jakarta yang sudah sangat padat dan sulit diubah. Tata ruang ibu kota, kata dia, telah terbentuk sejak lama.
“Sekarang ini yang jadi problem di Jakarta adalah tata ruangnya yang dari waktu ke waktu sangat sulit untuk diubah. Karena sudah given, termasuk di tempat ini, permukiman dekat Kali Sepak Kembangan,” kata Pramono usai meninjau pengerukan Kali Sepak Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).
Dengan realitas tata ruang yang sudah padat tersebut, Pramono menekankan agar kondisi itu tidak diperburuk oleh perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, karena dapat memperparah dampak banjir.
“Nah yang menjadi problem buat saya adalah jangan sampai tata ruang yang sudah padat ini kemudian diperburuk oleh masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan,” ucapnya.
Dalam 48 jam, terdapat 4 gigitan hiu. Tiga di antaranya dalam bentangan 15 km (9 mil) di pantai timur Australia.
Pada 18 Januari 2026, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dilarikan ke rumah sakit dengan luka kritis. Ia kemudian meninggal setelah diserang saat berenang di Pelabuhan Sydney.
Keesokan harinya, papan selancar seorang anak berusia 11 tahun digigit di pantai Dee Why, beberapa jam sebelum seorang pria diserang di Manly terdekat dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Kemudian, pada 20 Januari, seorang peselancar keempat “mengalami luka di dadanya” setelah seekor hiu menggigit papan selancarnya sekitar 300 km di sepanjang pantai.
“Ini adalah rangkaian gigitan hiu terdekat—baik dari segi kedekatan maupun waktu—yang pernah saya lihat dalam 20 tahun penelitian saya,” kata profesor madya kebijakan publik di Universitas Sydney, Pepin-Neff, melansir BBC, Minggu (25/1/2026).
Rangkaian insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran dan puluhan pantai telah ditutup karena kekhawatiran akan lebih banyak serangan. Seruan untuk pembunuhan massal hiu semakin menguat.
Namun, para ahli telah memperingatkan terhadap tindakan tersebut. Para ahli lebih menganjurkan kesadaran yang lebih besar tentang perilaku hiu dan mendesak untuk memikirkan kembali hubungan manusia dengan ikan-ikan ini.
Mereka menyatakan, banyak faktor yang mungkin berkontribusi pada serangkaian insiden baru-baru ini. Hiu bukanlah masalahnya.
2. Mengapa Tiba-Tiba Banyak Serangan Hiu di Australia?
Serangan hiu yang tidak diprovokasi biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan, zat penarik di dalam air, atau keduanya.
Tiga insiden baru-baru ini di Sydney – yang semuanya diduga melibatkan hiu banteng – terjadi setelah hujan deras selama beberapa hari. Stasiun cuaca resmi kota mencatat curah hujan 127 mm dalam 24 jam – hari terbasah di bulan Januari dalam 38 tahun terakhir.
KPK Panggil Eks Menpora Dito Ariotedjo Terkait Korupsi Kuota Haji
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan terhadap eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo (DA) pada Jumat (23/1/2026).
1. KPK Panggil Dito Ariotedjo
Ia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.
“Benar, hari ini Jumat (23/1), Penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi saudara DA, eks Menteri Pemuda dan Olahraga 2023 – 2025, dalam lanjutan penyidikan perkara kuota haji,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulisnya.
Budi belum menjelaskan materi apa yang akan digali dari keterangan yang bersangkutan. Ia hanya meyakini, eks Menpora itu akan kooperatif memenuhi panggilan.
“Pada prinsipnya keterangan dari seorang saksi dibutuhkan penyidik untuk membantu mengungkap sehingga perkara menjadi terang,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan Eks Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) alias Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Selain itu, KPK juga menetapkan eks stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex sebagai tersangka.
“Kami sampaikan update-nya bahwa confirm KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yang pertama saudara YCQ selaku eks Menteri Agama, dan yang kedua saudara IAA selaku stafsus Menteri Agama pada saat itu” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian banjir melanda wilayah Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur, pada Minggu 18 Januari 2026. Hingga saat ini, ribuan warga di Karawang terpaksa mengungsi, sementara satu warga di Bekasi dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, bahwa peristiwa bermula saat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet sehingga air masuk ke permukiman warga pada Minggu (18/1) pukul 09.00 WIB. Banjir tersebut berdampak pada 27 desa di 12 kecamatan dan satu kelurahan.
“Wilayah kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Karawang Timur, Telukjambe Timur, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Barat, Jayakerta, Cilebar, Rawamerta, Rengasdengklok, Lemahabang, Cilamaya Wetan, dan Klari,” ungkap Aam sapaan Abdul Muhari, Selasa (20/1/2026).
Aam mengatakan, bahwa petugas di lapangan mencatat sebanyak 4.304 Kepala Keluarga (KK) atau 13.841 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, terdapat 374 balita, 86 bayi, dan 77 lansia. Petugas di lapangan telah melakukan asesmen, evakuasi warga yang terjebak banjir, serta pendistribusian logistik.
“Sebanyak 2.413 jiwa mengungsi dengan rincian 2.044 jiwa mengungsi di Kantor Kelurahan Tanjung Pura, Kecamatan Karawang Barat, 250 jiwa mengungsi di Desa Jarang Kugar, Kecamatan Telukjambe Barat, dan 119 jiwa mengungsi di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur,” ujarnya.
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (17/1) malam hingga Minggu (18/1/2026) pagi, mengakibatkan ruas Jalan Mangga Dua Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, terendam banjir. Ketinggian air mencapai hampir satu meter sehingga arus lalu lintas dari arah pertigaan Gunung Sahari menuju kawasan Kota lumpuh total.
Pantauan Okezone di lokasi, genangan air dengan volume cukup tinggi merendam seluruh badan jalan di kedua arah, baik dari arah Gunung Sahari maupun sebaliknya.
Akibatnya, tidak satu pun kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, berani melintas karena khawatir mogok dan terjebak banjir. Jalan Mangga Dua Raya yang merupakan akses utama warga menuju Stasiun Beos Kota dan kawasan wisata Kota Tua tidak dapat dilalui sama sekali.
Aktivitas masyarakat di kawasan tersebut pun terganggu, terutama bagi pengguna jalan yang hendak beraktivitas pada Minggu pagi. Selain tingginya intensitas hujan, buruknya sistem drainase diduga menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan Mangga Dua Raya.
Air tidak mampu mengalir secara normal sehingga meluap dan menggenangi permukaan jalan. Selain itu, sejumlah titik tumpukan sampah turut menyumbat saluran air di sekitar lokasi.
Kondisi ini semakin memperparah genangan dan memperlambat surutnya banjir. Hingga Minggu pagi, genangan air masih menutup ruas Jalan Mangga Dua Raya dan belum dapat dilalui kendaraan.
Berdasarkan informasi terbaru yang dirilis KAI Commuter pada pukul 10.04 WIB, genangan air yang sempat menghambat jalur perlintasan di kawasan Stasiun Jakarta Kota telah surut. Dengan kondisi tersebut, perjalanan kereta api (KA) di lokasi itu sudah dapat dilalui kembali oleh rangkaian KRL.
“Genangan air di Stasiun Jakarta Kota dampak hujan saat ini telah surut. Perjalanan KA di lokasi dapat dilalui normal sesuai dengan kecepatan yang diizinkan,” tulis keterangan resmi KAI Commuter.
Sebelumnya, KAI Commuter menginformasikan pada pukul 05.25 WIB bahwa perjalanan KRL Bogor Line yang biasanya berakhir di Stasiun Jakarta Kota dibatasi. Rangkaian kereta hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Jayakarta dan Stasiun Manggarai, kemudian kembali menuju Stasiun Bogor atau Nambo.
Eggy Sudjana Bawa Mobil Mewah di Malaysia (foto: dok ist)
Pemerhati telematika, multimedia, kecerdasan buatan (AI), dan OCB independen, Roy Suryo, angkat bicara terkait beredarnya sebuah video berdurasi sekitar 45 detik yang menampilkan sosok mirip Eggy Sudjana (BES), tengah menyetir mobil mewah berwarna merah di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Roy mengaku menerima banyak pesan pribadi dari berbagai pihak yang meminta konfirmasi terkait keaslian video tersebut, termasuk pertanyaan mengenai identitas sosok dalam video, lokasi, serta waktu pengambilan gambar.
Secara teknis, Roy menjelaskan video tersebut berdurasi 45,40 detik dengan frame rate 29,95 frame per second (fps), resolusi 478 x 850 piksel, berformat vertikal (portrait), dan menggunakan codec H.264 dengan audio monaural. Karakteristik ini, menurut Roy, menunjukkan bahwa video direkam menggunakan kamera ponsel modern.
“Dengan parameter teknis tersebut, video ini dapat dipastikan asli, bukan hasil rekayasa digital maupun konten berbasis AI,” ujar Roy, Minggu (18/1/2026).
Terkait sosok yang disebut-sebut mirip Eggy Sudjana, Roy menyebut identitas tersebut justru dikonfirmasi langsung oleh Eggy Sudjana sendiri. Menurut Roy, Eggy mengirimkan pesan WhatsApp kepada sejumlah rekannya dengan keterangan, bahwa mobil dalam video tersebut adalah miliknya dan telah lama digunakan oleh keponakannya yang menetap di Kuala Lumpur, Malaysia.